Jurnal Dwimingguan

 Jurnal Dwimingguan

Joice Mariani Dju,S.Pd.Gr

 

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

Kabupaten Sumba Timur



 Jurnal Refleksi

 

INSTRUKTUR            : JALALUDIN PULUHULAWA,M.Pd

FASILITATOR          : EMANUEL BATE

PENGAJAR PRAKTIK  : AMINADIB BETAKORE

CALON GURU PENGGERAK : JOICE MARIANI DJU


 

Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional

Jurnal kali ini saya ingin menulis tentang kegiatan-kegiatan yang telah saya lalui pada modul 2.2 tentang Pembelajaran Sosial Emosional (PSE). Merefleksikan pengalaman tersebut dengan menggunakan  kerangka 4P (Peristiwa - Perasaan - Pembelajaran - Penerapan).

 

  1. Apa yang  Bapak/Ibu lihat dalam proses tersebut?  (Peristiwa)
Dalam mempelajari modul 2.2 langkah awal yang saya lakukan adalah dengan kegiatan mulai dari diri sendiri. Kegiatan ini saya merefleksikan pengalaman diri dalam menghadapi pembelajaran bagaimana menciptakan pengalaman dan lingkungan belajar yang memperhatikan kebutuhan sosial dan emosional murid. Tentunya dari hasil refleksi menyadarkan saya akan tindakan atau sikap sosial dan emosional yang menyebabkan saya juga murid saya mengalami Krisis pribadi.
  Kegiatan eksplorasi konsep, kolaborasi, elobarasi pemahaman, demonstrasi kontekstual, dan terakhir koneksi antar materi mengantarkan saya pada pemahaman utuh tentang Kompetensi sosial dan emosianal. Ki Hadjar Dewantara berpendapat bahwa  guru merupakan pemimpin pembelajaran  serta berperan dalam menuntun kodrat anak sehingga mereka dapat mencapai keselamatan dan kebagiaan yang setinggi-tingginya.

Kegiatan  dimulai paada tanggal 23 – 27 Februari 2023 awal pembelajaran Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional tentang Mulai dari Diri dan Eksplorasi Konsep Mandiri maupun Forum Diskusi. Kegiatan ini para CGP menjawab dan mengemukakan pendapatnya dan saling berdiskusi mengenai pembelajaran yang terdapat dalam LMS.

Pada tanggal 28 Februari 2023 kegiatan Ruang Kolaborasi 1. Pertemuan dilakukan dalam ruang virtual bersama Fasilitator,  Pengajar Praktik, dan CGP Angkatan 7, dalam kegiatan ini kami dibagi menjadi 4 kelompok dan membahas mengenai situasi yang diberikan kepada masing – masing kelompok.

Pada tanggal 01 Maret 2023 dilanjutkan kegiatan Ruang Kolaborasi untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok pada hari sebelumnya. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok sesuai dengan permasalahan jenjang yang di berikan dan kelompok saya mendapatkan jenjang SD


sesuai dengan kondisi kami dan dibuka sesi tanggapan dan tanya jawab untuk membahas hasil yang di presentasikan.

Pada tanggal 02 – 03 Maret 2023 kegiatan dilanjutkan dengan Demonstrasi kontekstual  pengiriman tugas melalui LMS yaitu membuat RPP  yang memuat pembelajaran Sosial dan Emosional.

Pada tanggal 07 Maret 2023 kegiatan Elaborasi Pemahaman Koneksi Antar Materi, bertemu dalam ruang virtual bersama Instruktur, Fasilitator, Pengajar Praktik, dan CGP Angkatan 7 dari kabupaten Sumba Timur, Sikka, dan Kabupaten Kupang.

2.      Apa yang Bapak/Ibu rasakan sehubungan dengan proses yang Anda alami? (Perasaan)

Dalam proses pembelajaran modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional dengan konsep alur merdeka perasaan saya sangat senang karena saya dapat belajar secara mandiri serta berkolaborasi sesama rekan CGP. Kami saling bertukar pendapat, pengalaman, serta usul saran yang membangun  sehingga dapat menjadi contoh bagi saya untuk di terapkan pada sekolah saya. Selain itu para pengajar praktik, fasilitator serta instruktur dengan senang hati membagikan pengetahuan pembelajaran sosial emosional kepada saya.

Saya bisa lebih memahami tentang penerapan 5 (lima KSE) yaitu kesadaran diri (pengenalan emosi),manajemen diri (pengenalan emosi dan fokus), kesadaran social (Empati), keterampilan berelasi (kemampuan kerjasama dan resolusi konflik), dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

  1.   Apa  hal yang bermanfaat dari proses tersebut? (Pembelajaran)

Pembelajaran sosial emosional merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan guru di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat menerapkan dan memahami konsep 5 kompetensi sosial dan emosional yakni: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi serta pengambilan keputusan yang bertanggungjawab, sehingga terciptalah kondisi nyaman, sehat dan bahagia. Kondisi ini akan membuat individu memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri, dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik, memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna, serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya yang disebut  well-being..

  1. Apa umpan balik yang Anda dapatkan? (Pembelajaran)

Pembelajaran KSE tidak hanya berpengaruh terhadap anak didik tetapi juga bagi diri sendiri sebagai seorang guru, penerapan  (5)lima KSE berharga karena saya belajar bagaimana memahami perasaan mengendalikan emosi (kesadaran diri), saya lebih memahami kekuatan dan kelemahan diri saya, saya harus banyak belajar dan membangun kepercayaan diri(manajemen diri), Memahami adanya perbedaan,dan cara menerima pendapat serta masukan orang lain(kesadaran sosial),mampu bekerjasama untuk membangun hubungan yang sehat dan positif dengan siswa,rekan sejawat ,warga sekolah yang lainnya (keterampilan berelasi),mampu menentukan keputusan dalam pilihan-pilihan yang ada berdasarkan kepedulian dengan mempertimbangkan rasa etis dan rasa aman . kelima penerapan KSE ini selain diterapkan didalam kelas untuk anak didik, sebagai guru, warga sekolah, juga bisa diterapkkan di keluarga

5.      Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan agar ini berdampak lebih luas? (Penerapan)

Setelah melawati proses pembelajaran, yang perlu saya lakukan sekarang adalah berbagi dengan rekan sejawat serta menerapkannya pada kelas dan lingkungan sekolah.  Selain dari pada itu penyeselesain masalah pada peserta didik, saya dapat menerapkan segitiga restitusi dengan pendekatan pembelajaran sosial dan emosional dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar pancasila serta kegaiatn ekstrakurikuler dapat saya terapkan pembelajaran sosial dan emosional. Penerapan PSE secara rutin di sekolah dimasukkan dalam jadwal rutin yang dilakukan di sekolah, seperti apa yang telah dicapai murid selama pembelajaran berlangsung. 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer