JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN CGP ANGKATAN 7

 PEMBELAJARAN MODUL 1.1 PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

Oleh : JOICE MARIANI DJU,S.Pd.Gr

CGP ANGKATAN 7 KABUPATEN SUMBA TIMUR

INSTRUKTUR   : PUJI ASTUTI

FASILITATOR         : EMANUEL BATE 

PENGAJAR PRAKTIK  : AMINADIB BETAKORE

Dikatakan jurnal secara umum merupakan sebuah tulisan yang dibuat oleh orang-orang yang ahli dalam suatu bidang. Sedangkan dalam kamus besar bahasa indonesia kata ‘refleksi’ masuk dalam kategori kata benda, dan memiliki makna gerakan atau pantulan diluar kesadaran sebagai reaksi atas suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jurnal refleksi dwimingguan merupakan sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan. Dan menjadi kewajiban bagi CGP ( calon Guru Penggerak ) untuk membuatnya.
Saya kali ini akan menulis mengenai refleksi saya tentangkegiatan-kegiatan yang sudah saya lalui khususnya pada modul 1.1 tentang Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Dalam menulis jurnal ini saya berpedoman pada model 4F yang di prakarsai oleh Dr.Roger Gresenaway, yang mencakup 1) fact, 2) feeling, 3) Findings, 4) Future.

Fact (Fakta)

Pada sub bagian ini akan di ceritakan secara objektif tentang rangkaian peristiwa yang telah dilalui selama kurang lebih dua minggu ini.
Adapun rangkaian peristiwa yang penulis alami dalam kurun waktu dua minggu ini yaitu;
1.       Daerah saya kabupaten Sumba Timur mendapat bagian sebagai salah satu kabupaten sasaran PPGP (Program Pendidikan Guru Penggerak). Dan Puji Tuhan saya mendapat kesempatan menjadi bagian dalam kegiatan ini. Pada h pembukaan orientasi lokakarya yang dihadiri oleh BGP Provinsi, Plt. Kadis Pendidikan Sumba Timur, bapak/Ibu Pengawas dan baoak/Ibu kepala Sekolah kami diberikan pemahaman tentang tujuan PPGP dan manfaat serta tujuan orientasi dan kami juga di motivasi oleh para pemimpin agar semangat dan mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak denga sepenuh hati. Setelah kegiatan orientasi selanjutnya Peserta PPGP mengikuti pre-test online, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2022.
2. Selanjutnya pada tanggal 23 Oktober 2022, kegiatan dilanjutkan dengan materi pendahuluan yang dipelajari di LMS dan ruang komunikasi dimana seluruh peserta saling menyapa dan berkomunikasi melalui LMS. Kegiatan selanjutnya adalah materi “Mulai dari Diri Sendiri & Eksplorasi Konsep” yang dilakukan secara mandiri di LMS. Pada bagian ini tugas mandiri dimulai dengan mempelajari materi kemudian memberikan refleksi kritis. Beberapa pertanyaan yang membutuhkan refleksi kritis diantaranya ; (1) Apa yang anda ketahui tentang pemikiran Ki HajarDewantara? (2) Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks dan konteks pendidikan di sekolah anda secara khusus?(3) Apakah anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD?. dan kuga mengenai harapan dan ekspektasi saya sebagai guru penggerak.
3.  Hari berikutnya kami mulai disuguhkan materi 1.1.a.4. eksplorasi konsep yaitu konsep-konsep pemikiran KHD berupa file tulisan-tulisan dan video. Membaca, memahami dan menganalisa semua konsep-konsep pemikiran KHD khususnya dalam hal pendidikan. Pada kegiatan pendalaman materi bertujuan untuk mempersiapkan kami agar memiliki pemahaman yang cukup untuk melaksanakan rangkaian kegiatan selanjutnya.
4. Kegiatan selanjtnya adalah forum diskusi, bagian ini adalah kami melakukan diskusi dan mengenal lkebih dekat bapak fasilitator hebat kami bapak Emanuel Bate. Kami peserta PPGP lintas kabupaten Sumba Timur dan Kupang saling menyapa dan berbagi tentang konsep pemikiran KHD sebelum mempelajari lebih dalam.
5. Pada Kamis 27 Oktober kelas ruang kolaborasi (rukol) pertama dilakukan sesi ini dijalankan dengan diskusi dalam kelompok-kelompok kecil dengan peserta lintas kabupaten anatara 5-6 orang dalam tiap kelompok, bagian ini adalah yang paling seru dimana Fasilitator dan pengajar praktik memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi menyampaiakn pemikiran dan pemahaman masing-masing tentang kultur daerah masing-masing dan kelompok kami mengangkat tentang konteks sosio kultural sumba timur dan yang dibahas adalah ritual budaya “Kameti” dari Sumba Timur dan tradisi “Bunuk-Naketi” dari Timor, yang masing-masing tradisi memiliki nilai budaya dan kearifan lokal.
6. Pada hari Rabu 2 November adalah waktunya bisa bertemu instruktur hebat ibu Puji Astuti dan pertemuan singkat yang sangat efektif dan luar biasa bersama ibu IN dimanfaatkan dengan sangat baik sehingga pemahaman akan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara menjadi semakin dalam bagi peserta PPGP.
7. Hari-hari selanjutnya adalah melakukan kewajiban menuntaskan tagihan-tagihan tugas pada LMS seperti ; (1) Tugas demonstrasi kontekstual;
(2) Tugas Elaborasi pemahaman/koneksi antar materi yang kami tuangkan dalam video sederhana, dengan -https://youtu.be/NnMlxrSIXBA- (3) Aksi Nyata (4) Jurnal Dwimingguan ini. 

Feeling (Perasaan)

Perasaan saya selama kurang lebih dua minggu mengikuti program PGP ini sangat bervariasi, ada rasa bangga ketika saya menjadi bagian bersama rekan peserta yang hebat dengan kelebihan mereka masing-masing, ada juga rasa bahagia bisa belajar dan berbagi bersama, bahkan ada rasa galau tatkala terlambat dari rekan lainnya dalam menyetor tugas karena harus menggunakan  waktu lebih dalam mengerjakan karena kurang ahli dalam hal mengedit tugas, semua bercampur baur menjadi satu dan konvergen dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan PGP dengan baik. Dari keseluruhan rangkaian modul, tagihan tugas-tugas yang ada di LMS ini membawa saya menyadari bahwa pengetahuan yang saya miliki dalam dunia pendidikan masih sangat jauh dari apa yang diharapkan dalam konsep pmikiran KI Hajar Dewantara. Betapa bapak pendidikan KHD menyatakan bahwa pendidik itu harus memanusiakan manusia, dengan menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia dan sebagai

anggota masyarakat.

Finding (temuan)

Banyak halyang saya dapatkan setelah mempelajari modul 1.1 yang terutama tentang konsep pendidikan dalam pemikiran KHD, diantaranya ialah;

 Dasar-dasar pendidikan

Saya memahami arti dan maksud pendidikan itu sendiri sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Dan pendidikan itu sendiri hanya suatu tuntunan yang tidak dapat mengubah kekuatan kodrat yang dimiliki anak itu sendiri. Bagaimana pentingnya tuntunan pendidikan itu bagi anak-anak ibarat tanaman yang membutuhkan perawatan dari petani itu sendiri. Memahami bahwa pendidikan itu erat kaitannya dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Dengan memahami bangaimana pentingnya penguasaan diri dalam pendidikan budi pekerti. 

Permainan Anak adalah Pendidikan

Mendapatkan pemahaman lebih tentang metode permainan dalam pendidikan yang dapat memberikan semangat dalam belajar bersama anak. Dengan tujuan agar pendidik dapat mengadakan metode sendiri yang selaras dengan kehidupan bangsa.

Prinsip Pendidikan Menghamba

Artinya pendidikan yang berpihak pada anak, maksudnya bahwa pokoknya pendidikan harus terletak pada pangkuan ibu dan bapak karena hanya dua orang inilah yang dapat “berhamba pada sang anak”dengan semurni-murninya dan seikhlas-ihklasnya sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya adalah cinta kasih yang tak terbatas (Karya Ki Hajar Dewantara, pendidikan hal 382 )

Future (masa depan)

Future bermakna masa yang akan datang. Artinya ini terkait planning atau rencana kedepan bagaimana agar menjadi lebih baik dengan berpijak pada hasil-hasil refleksi kritis ini. Melimiliki komitmen untuk mengaplikasikan filosofi Ki Hajar Dewantara secara langsung mulai hari ini dimulai dari kelas saya sendiri dan selanjutnya kepada ekosistem sekolah. Yakni konkrit saya akan (1) Selalu refleksi dan intropeksi diri sebagai pendidik, (2) Melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada siswa, (3) berperan sebagai pamong yang siap menuntun dalam pembelajaran, (4) Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

 

Demikian tulisan sederhana saya, semoga bermanfaat.





Komentar

Postingan Populer