JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN CGP ANGKATAN 7
PEMBELAJARAN MODUL 1.1 PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA
Oleh : JOICE MARIANI DJU,S.Pd.Gr
CGP ANGKATAN 7 KABUPATEN SUMBA TIMUR
INSTRUKTUR : PUJI ASTUTI
FASILITATOR : EMANUEL BATE
PENGAJAR PRAKTIK : AMINADIB BETAKORE
Fact (Fakta)
Pada sub bagian ini akan di ceritakan secara objektif tentang rangkaian peristiwa yang telah dilalui selama kurang lebih dua minggu ini.Adapun rangkaian peristiwa yang penulis alami dalam kurun waktu dua minggu ini yaitu;
1. Daerah saya kabupaten Sumba Timur mendapat bagian sebagai salah satu kabupaten sasaran PPGP (Program Pendidikan Guru Penggerak). Dan Puji Tuhan saya mendapat kesempatan menjadi bagian dalam kegiatan ini. Pada h pembukaan orientasi lokakarya yang dihadiri oleh BGP Provinsi, Plt. Kadis Pendidikan Sumba Timur, bapak/Ibu Pengawas dan baoak/Ibu kepala Sekolah kami diberikan pemahaman tentang tujuan PPGP dan manfaat serta tujuan orientasi dan kami juga di motivasi oleh para pemimpin agar semangat dan mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak denga sepenuh hati. Setelah kegiatan orientasi selanjutnya Peserta PPGP mengikuti pre-test online, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2022.
2. Selanjutnya pada tanggal 23 Oktober 2022, kegiatan dilanjutkan dengan materi pendahuluan yang dipelajari di LMS dan ruang komunikasi dimana seluruh peserta saling menyapa dan berkomunikasi melalui LMS. Kegiatan selanjutnya adalah materi “Mulai dari Diri Sendiri & Eksplorasi Konsep” yang dilakukan secara mandiri di LMS. Pada bagian ini tugas mandiri dimulai dengan mempelajari materi kemudian memberikan refleksi kritis. Beberapa pertanyaan yang membutuhkan refleksi kritis diantaranya ; (1) Apa yang anda ketahui tentang pemikiran Ki HajarDewantara? (2) Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks dan konteks pendidikan di sekolah anda secara khusus?(3) Apakah anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD?. dan kuga mengenai harapan dan ekspektasi saya sebagai guru penggerak.
3. Hari berikutnya kami mulai disuguhkan materi 1.1.a.4. eksplorasi konsep yaitu konsep-konsep pemikiran KHD berupa file tulisan-tulisan dan video. Membaca, memahami dan menganalisa semua konsep-konsep pemikiran KHD khususnya dalam hal pendidikan. Pada kegiatan pendalaman materi bertujuan untuk mempersiapkan kami agar memiliki pemahaman yang cukup untuk melaksanakan rangkaian kegiatan selanjutnya.
4. Kegiatan selanjtnya adalah forum diskusi, bagian ini adalah kami melakukan diskusi dan mengenal lkebih dekat bapak fasilitator hebat kami bapak Emanuel Bate. Kami peserta PPGP lintas kabupaten Sumba Timur dan Kupang saling menyapa dan berbagi tentang konsep pemikiran KHD sebelum mempelajari lebih dalam.
Feeling (Perasaan)
Perasaan saya selama kurang lebih dua minggu mengikuti program PGP ini
sangat bervariasi, ada rasa bangga
ketika saya menjadi bagian bersama rekan peserta yang hebat dengan kelebihan mereka masing-masing, ada juga rasa
bahagia bisa belajar dan berbagi
bersama, bahkan ada rasa galau tatkala terlambat dari rekan lainnya
dalam menyetor tugas karena harus menggunakan waktu lebih dalam
Finding (temuan)
Banyak halyang
saya dapatkan setelah
mempelajari modul 1.1 yang terutama
tentang konsep pendidikan dalam pemikiran KHD, diantaranya ialah;
Saya memahami arti dan maksud pendidikan itu sendiri sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Dan pendidikan itu sendiri hanya suatu tuntunan yang tidak dapat mengubah kekuatan kodrat yang dimiliki anak itu sendiri. Bagaimana pentingnya tuntunan pendidikan itu bagi anak-anak ibarat tanaman yang membutuhkan perawatan dari petani itu sendiri. Memahami bahwa pendidikan itu erat kaitannya dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Dengan memahami bangaimana pentingnya penguasaan diri dalam pendidikan budi pekerti.
Permainan Anak adalah Pendidikan
Mendapatkan pemahaman lebih tentang metode permainan dalam pendidikan yang dapat memberikan semangat dalam belajar bersama anak. Dengan tujuan agar pendidik dapat mengadakan metode sendiri yang selaras dengan kehidupan bangsa.
Prinsip Pendidikan Menghamba
Artinya pendidikan yang berpihak pada anak, maksudnya
bahwa pokoknya pendidikan harus terletak pada pangkuan
ibu dan bapak karena hanya dua orang inilah yang dapat “berhamba
pada sang anak”dengan semurni-murninya dan seikhlas-ihklasnya sebab cinta kasihnya
kepada anak-anaknya adalah cinta kasih yang tak terbatas (Karya Ki
Hajar Dewantara, pendidikan hal 382 )
Future (masa depan)
Future bermakna
masa yang akan datang. Artinya
ini terkait planning
atau rencana kedepan bagaimana agar menjadi lebih baik dengan berpijak pada hasil-hasil refleksi kritis ini. Melimiliki komitmen
untuk mengaplikasikan filosofi Ki Hajar Dewantara
secara langsung mulai hari ini dimulai dari kelas saya sendiri dan selanjutnya kepada ekosistem sekolah.
Yakni konkrit saya akan (1) Selalu refleksi
dan intropeksi diri sebagai pendidik,
(2) Melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada
siswa, (3) berperan sebagai pamong yang siap menuntun dalam pembelajaran, (4) Menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan.
Demikian tulisan
sederhana saya, semoga
bermanfaat.


Komentar
Posting Komentar