Pantang Menyerah Meraih Asa
Keberhasilan akan didapat dengan usaha dan semangat yang pantang menyerah. Kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa adanya usaha dan kerja keras. Diaatas semua usaha, kerja keras, dan semangat yang terutama adalah Tuhan, memohon restu dari Tuhan adalah hal yang utama.
Saya adalah anak ke empat dan putri kedua dari 5 bersaudara. Saya dilahirkan di Desa Palakahembi dusun Menggit Timbi pada 29 Maret 1986. Keluarga kami sangat sederhana karena almh mama dan alm papa adalah pelayan di sebuah gereja di Desa Palakahembi dusun Laipori. Mama telah dipanggil Tuhan mendahului kami ketika saya baru 2 tahun kembali dari rantauan pada tahun 2011 dan papa menyusul pada tahun 2020. Saya merantau ketika lulus SMK pada tahun 2003 dan kembali ke kampung halaman pada akhir tahun 2009.
Semasa hidup papa ( alm ) dan mama ( almh) selalu berusaha agar semua anaknya dapat menempuh Pendidikan hingga sarjana, meskipun penghasilan mereka tidaklah besar alih-alih untuk menyekolahkan kami anak-anak, untuk makan dan mencukupi kebutuhan saja sudah bersyukur.namun mereka tak kehabisan akal dalam berusaha mulai dari bertani dan beternak mereka lakukan dan kami bangga dengan teladan yang mereka tinggalkan. Bahkan sekembalinya saya dari rantauan papa selalu berusaha agar saya bisa meneruskan Pendidikan ke universitas. Segala upaya dilakukan hingga akhirnya saya memutuskan untuk masuk di Universitas Terbuka dan mengambil jurusan PGSD.
Menjadi seorang guru merupakan impian saya sejak kecil, karena saya senang berbagi apa yang saya alami dengan orang lain. Berada dalam lingkungan sekolah sangatlah menyenangkan saya dapat berinteraksi dengan anak-anak didik saya, kadang mereka membuat saya tertawa tak jarang juga membuat kerepotan dalam menghadapi tingkah mereka…yaa saya adalah seorang guru kelas awal pada sebuah sekolah dasar.
Sebagai seorang guru saya selalu mencoba setiap peluang yang ada, saya mencoba mengikuti test menjadi CPNS pada tahun 2018 dan saya gagal karena tidak mencapai passing grade jujur kegagalan itu membuat saya sangat kecewa karena kondisi keluarga saat itu sangat sulit sehingga saya sangat berharap dapat lulus pada test tersebut, saya kembali mencoba pada tahun berikutnya dan saya berhasil lulus passing grade pada SKD dan siap untuk berjuang pada SKB berikutnya,aah saya sangat bersemangat untuk ujian tahap ke dua, saya meneyemangati diri dengan berkata “ mungkin ini waktu Tuhan bagi saya” setelah mengikuti tes SKB ternyata saya gagal pada tahap itu….
’aah saya gagal lagi, apa salah ku?’
‘ Tuhan, apakah saya tidak pantas untuk hidup lebih baik?’
protes saya pada Tuhan. Akhirnya saya menyerah pada CPNS karena usia saya pada tahun berikutnya sudah tidak memenuhi syarat. Kemudian PPPK pun menjadi ajang untuk saya mengadu nasib ‘mungkin disini nasib saya’ gumanku menguatkan hati,..ya saya mulai mempersiapkan diri dengan bergabung bersama keempat rekan guru disekolah saya. Kami mempersiapkan diri untuk mengikuti semua persyaratan mendaftar PPPK dan mulai mempelajari soal-soal dari youtube dan sumber lainnya dengan gaya belajar kami masing-masing dengan harapan kami bisa berhasil. Setelah mendaftar kami dinyatakan lulus dalam pemberkasan dan siap untuk mengikuti test. Kami saling menyemangati dan berbagi dalam belajar bahkan sama-sama mengikuti Try Out untuk mempersiapkan diri menghadapi test.
Test tahap 1 pun dimulai saya sudah siap dengan semua materi yang telah saya pelajari dan tibalah saatnya saya masuk ruangan untuk mengikuti test, tak lupa saya panjatkan doa kepada Tuhan dan pasrah sepenuhnya pada Tuhan, saya mengerjakan setiap soal dengan sangat antusias dan serius, ada beberapa soal yang membuat saya tersenyum karena menanyakan tentang bagaimana ururtan cara memasak bubur kacang hijo..’aah ini soal gampang batin saya’ waktu berlalu dan semua soal telah saya jawab meskipun pada soal hitungan saya menyerah namun saya merasa soalnya 70% dapat saya jawab. Dan ketika saya selesai menjawab semua soal saya melihat skor akhir saya dan waaoow secara spontan saya menjerit tanda bahagia karena saya berhasil mencapai passing grade sesuai aturan yang diberikan..hingga beberapa teman saya dalam ruangan itu pun tersenyum melihat tingkah saya…waktunya keluar ruangan test teman saya menanyakan ‘ heii..bagaimana hasil mu?’kamu kelihatan heboh tadi ‘ hehe maaf yaa, karena terlalu bahagia.. aku mencapai passing grade sayang’ jawabku
Test tahap 1 saya telah lewati dengan baik dan berhasil memperoleh nilai tertinggi dari kurang lebih 15 orang pesaing di Sekolah tempat saya memilih formasi. Selanjutnya menunggu pengumuman, dan ternyata saat pengumuman hasil, saya dinyatakan tidak lulus karena alasan bukan guru induk, ‘kecewa ? tentu saja..pengen nangis rasanya namun saya tetap tersenyum dan melakukan tugas dengan sangat baik, saya masih berharap pada kesempatan kedua dan bersiap lebih baik lai untuk mengikuti tahap ke dua. Ketika sampai pada waktunya mengikuti test tahap 2 yaah saya harus mengikuti test lagi dan setelah mengikuti test saya masih bertahan dengan nilai murni yang tertinggi dari 39 peserta masih pada formasi yang sama, namun dinyatakan tidak mengisi formasi karena formasi tersebut diisi oleh guru yang memiliki sertifikat professional. ‘aah..saya gagal lagi’ sepertinya kegagalan ini tak mau pergi dariku...banyak tanggapan teman-teman yang sangat kecewa dengan system PPPK karena merasa bahwa sudah mendapat hasil yang maksimal namun belum berhasil mendapat formasi. namun bagi saya bisa berada di tahap ini saja saya sudah bersyukur dan tidak ingin menyalahkan siapapun, karena hidup dan masa depan ada ditangan Tuhan..dari semua yang saya alami saya merasa bahwa semua itu ada dalam rencana Tuhan semua indah sesuai waktu Tuhan. Dan saya masih terus berdoa dan melakukan tugas dengan baik dan tetap bersyukur..yaa saya akan tetap semangat melakukan semua tugas saya dan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Tetap semangat dan berusaha lagi pada kesempatan berikutnya semoga saya berhasil!
Laipori, Januari 2022

kegagalan adalah sukses yg tertnda, berkali kita gagal lekas bangkit da cari akal
BalasHapusBenar sekali pak Jay, terimakasih pak
Hapus