Dia Berbeda

Namanya biasa di Sapa Tony, Aprilio Tony Ana nama lengkap nya. Dan entah mengapa hari ini saya ingin menulis tentang dia...😁


Setiap saya menyebut namanya bibir saya pasti akan menyunggingkan senyum tipis entah saat saya sendirian atau sedang bersama orang lain di sekolah mupun dirumah. Tony adalah murid saya yang "kadaluarsa" ya saya katakan kadaluarsa karena ini

tahun ketiganya berada di kelas 1 dan saat ini semester ketiga dia bersama saya di kelas awal. Tony memang memiliki kekurangan karena tergolong anak berkebutuhan khusus dan jujur saja kmi sebagai guru memiliki keterbatasan dalam menangani anak seperti Tony..

Entah mengapa hati saya sedikit tertarik padanya disaat semua rekan angkat tangan pada Tony saya malah merasa tertantang untuk menolong Tony sesuai hati nurani saya...dan saat saya dipercayakan oleh pimpinan utk ada di kelas Tony saya memutuskan untuk lebih memberikan perhatian khusus padanya. Alasannya karena semua menyerah menghadapinya, bahkan tak ada siswa  yang nyaman dan mau berinteraksi dengannya. 

Hari pertama saya masih bisa menghadapinya begitupun hari ke dua dan ketiga namun pada hari keempat dia mulai berulah di kelas, saya sedikit kewalahan dengannya apalagi Tony memiliki kesulitan belajar dan berbicara. Saya sedikit kesulitan menghadapinya, karena saya minim pemahaman, pengetahuan, dan pengalaman menghadapi PDBK (peserta didik berkebutuhan khusus) saya mencoba melakukan pendekatan dengan naluri keibuan saya dan membuatnya nyaman dan merasa dihargai, saya memuji dan menyetuh lembut kepalanya saat ia berhasil duduk dengan tenang atau saat dia berhasil menulis huruf yang saya contohkan. Bahkan semua yang dia butuhkan dikelas saya siapkan secara pribadi. Ketika dia melakukan hal yang membuat temannya kesal saya akan mengambil alih untuk menjelaskan padanya dengan perlahan. 


Teryata perlakuan saya yang sedikit berbeda padanya membuat dia nyaman dan mau mendengarkan saya. Dia mau menuruti apa yg saya jelaskan saja itu sudah sangat baik menurut saya dan sebagai gurunya saya perlu banyak belajar untuk lebih memahami dan memperlakukan Tony sesuai dengan kondisi dan latar belakang nya. 


Harapan saya bagi rekan yang sempat membaca tulisan saya dan memiliki pemahaman dan pengalaman menghadapi PDBK bisa membantu saya dengan saran dan pengalaman bapak/ibu.


Saya juga khawatir bagaimana selanjutnya jika Tony pindah kelas dan rekan yang menanganinya memperlakukannya dengan cara berbeda, saya merasa sedih.. 😥


Komentar

Postingan Populer